Layanan EVDO,apa kelebihannya?

Posted: February 28, 2010 in Technology

Para provider telekomunikasi CDMA saling beradu menawarkan layanan internet berbasis EvDO Rev.A. Apa kelebihannya?

Tentu Anda semua sudah pernah melihat lomba maraton, bahkan mungkin menjadi pesertanya. Apa yang Anda lihat atau rasakan dalam lomba itu? Tak lain dan tak bukan adalah beradu kecepatan lari satu sama lain. Teknik, keahlian, dan kemampuan fisik sangat menentukan kemenangan kejuaran tersebut.

Nah, barangkali kita semua setuju jika lomba maraton itu sama halnya dengan persaingan di pasar internet. Hal utama yang dibutuhkan ketika Anda mengakses internet sudah jelas kecepatan, kecepatan, dan kecepatan. Setiap provider akhirnya berlomba menawarkan kelebihan mereknya, yang menu pokoknya adalah kecepatan tinggi.

Belakangan ini ada dua pemain yang menyatakan mulai menggarap pasar wireless internet broadband, yaitu PT Smart Telecom dengan merek Jump dan PT Mobile-8 Telecom yang mengusung merek Mobi. Keduanya sama-sama provider telekomunikasi CDMA (Code Division Multiple Access) berteknologi terkini EvDO Rev.A.

Layanan wireless internet broadband berbasis teknologi CDMA EvDO (Evolution Data Only) Rev.A setara dengan layanan 3.5G. Layanan ini menawarkan kecepatan lebih dalam proses men-download dan meng-upload data. Selain itu, teknologi ini memungkinkan pengguna mengirim dan menerima file berukuran besar dengan cepat dan mudah.

Pertanyaannya, siapa yang lebih dahulu hadir di antara Jump dan Mobi? Jump-lah yang terlebih dahulu muncul pada November 2008. Karena pionir, Smart pun tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai operator telekomunikasi CDMA pertama yang meluncurkan teknologi EvDO Rev.A untuk telekomunikasi nirkabel secara komersial. Bahkan, Jump yang pertama pula di Asia Tenggara.

Menurut Ruby Hermanto, Head of Commercial Marketing PT Smart Telecom, peluncuran Jump dimaksudkan untuk memanjakan pelanggan yang membutuhkan akses data berkecepatan tinggi. Sebab, dengan teknologi baru ini, penggemar internet akan mampu terlayani dengan kecepatan download hingga 3,1 Mbps dan upload 1,8 Mbps.

“Ada peluang pasar yang besar, karena apabila dilihat dari data yang ada, jumlah pemakai internet di Indonesia sebanyak 11 juta orang, sedangkan pelanggannya maksimal baru 2 juta orang. Jadi, kesenjangannya besar sekali. Oleh karena itu, mereka yang sudah memakai dan belum berlangganan akan berpeluang menjadi pelanggan baru,” ungkap Ruby.

Selain itu, kebutuhan akan teknologi informasi, terutama internet, semakin besar. Lihatlah gaya hidup anak muda sekarang, sungguh berbeda dengan lima atau 10 tahun yang lalu. Mereka sangat dekat dengan internet di dalam kesehariannya. Bukan mereka saja, kaum kantoran, baik karyawan hingga bos sekali pun, semakin menggandrungi situs jejaring sosial seperti Facebook dan Friendster.

“Peningkatan popularitas situs-situs jejaring sosial (social networking) dan pertukaran video di lingkungan mahasiswa dan pelajar Indonesia telah meningkatkan kebutuhan terhadap layanan internet broadband berkualitas tinggi dengan biaya terjangkau. Ini merupakan misi kami untuk menghubungkan pasar dalam negeri dengan internet murah hingga dapat mengakses informasi dan terhubung dengan dunia luas secara mudah,” tutur Susanto Sosilo, Direktur Penjualan dan Pemasaran PT Mobile-8 Telecom Tbk.

Menilik merek yang dipasarkan, segmentasi pasar Jump dan Mobi memang untuk pasar kelas A dan B. Jelas pasar tersebut berada di perkotaan. Target market-nya adalah mereka yang masih berstatus anak sekolah hingga yang sudah bekerja. Mereka sama-sama membutuhkan akses data berkecepatan tinggi.

Sebelumnya, Fanda Soesilo, Director Corporate and Data Solution Smart Telecom, dalam peluncuran Jump menyampaikan, pemasaran produknya merupakan jawaban atas tren permintaan pasar akan pemanfaatan dan penggunaan data via internet dalam komunikasi global yang terus meningkat. Layanan Jump saat ini difasilitasi dengan modem wireless CDMA Axesstel MV140B yang sesuai dengan teknologi EvDO Rev.A.

Sebagai perbandingan, koneksi data internet di jaringan CDMA yang sudah ada dan banyak digunakan operator di Tanah Air selama ini adalah teknologi EvDO Rev.0 dan CDMA 1X (teknologi generasi kedua). Dengan demikian, Jump dan Mobi merupakan sebuah lompatan baru dalam hal penggunaan teknologi. Artinya, teknologi yang ditawarkan kedua merek tersebut lebih mutakhir.

Sayangnya, Jump dan Mobi baru bisa dinikmati oleh pengguna internet di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Di luar kawasan itu belum bisa. “Kami masih berkonsentrasi di pasar Jabodetabek karena pasar di kawasan ini memang cukup besar. Ini sekaligus mempersiapkan ekspansi ke daerah,” tandas Ruby.

Untuk “menangkap” pelanggan baru Jump, Smart masih menggunakan upaya traditional marketing. Komunikasinya digarap melalui radio, surat kabar, pameran, kecuali televisi. Di samping itu, sebagai penyedia jasa internet berkecepatan tinggi, Smart mengedepankan strategi komunikasinya melalui internet marketing. Hal yang sama juga dilakukan oleh Mobi.

Apabila tertarik, Jump ditawarkan dengan dua paket pilihan: prabayar (prepaid) dan pascabayar (postpaid). Untuk paket prabayar, pelanggan diwajibkan membayar modem seharga Rp 1.049.000 per unit. Harga tersebut sudah termasuk kartu perdana Jump. Bagi yang pelanggan pascabayar, mereka akan memperoleh modem gratis dengan biaya Rp 330.000 per bulan.

“Dengan biaya tersebut para pelanggan Jump dapat mengakses internet sepuasnya, unlimited (no quota limit, no speed limit, no time limit) dengan kecepatan tinggi. Setelah periode promo, pelanggan akan mendapatkan maksimum kuota pemakaian 3 GB dan selebihnya akan dikenakan biaya Rp 0,275 per kb,” jelas Ruby.

Sementara itu, Mobile-8 menawarkan kepada pelanggan Mobi kecepatan akses hingga 153 kbps, lebih cepat dari layanan GPRS. Pengguna prabayar diharuskan membeli modem seharga Rp 499.000 per unit dan dikenakan tarif Rp 0,1 per kb. Untuk pascabayar, ada tiga kuota yang ditawarkan, yaitu Rp 88.000 (kuota 500 mb), Rp 150.000 (kuota 1.25 gb), dan Rp 250.000 (kuota 3 gb), dengan tarif kelebihan kuota sebesar Rp 0,25 per kb.

Namun, karena masih baru, manajemen Jump dan Mobi belum bersedia merilis jumlah pelanggannya saat ini. Pengamat pemasaran dari Decision Consulting, Godo Tjahjono, menyatakan, pertumbuhan jumlah pengguna internet dalam tiga tahun terakhir selalu ada penambahan sekitar 4-5 juta orang per tahun. Bahkan, selama enam bulan ini, pertumbuhannya mencapai lima kali lipat dibanding satu semester sebelumnya.

Lalu, seberapa besar pengaruh teknologi CDMA EvDO Rev.A yang ditawarkan Jump dan Mobi? Godo menjawab, ini memang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. “Saat ini kalau kalah cepat dibanding dengan provider lainnya, lama-lama akan ditinggal pelanggan. Sarana yang menyediakan free Wi-Fi untuk kebutuhan video streaming pun sudah banyak kemajuan,” tambahnya.

Terkait penerapan CDMA EvDO Rev.A, Godo berharap merek-merek yang sudah memasarkannya menerapkan kunci sukses berikut: pertama, aksesnya harus tersebar dahulu di area mobilitas yang pengguna potensialnya tinggi. Tanpa feasibility study dan implementasi jaringan yang baik akan sering terjadi kebolongan sinyal. Kedua, konsisten terhadap apa yang dijanjikan. Kalau memang menjanjikan kecepatan tinggi, sebaiknya itu benar-benar terpenuhi. Ketiga, customer experience adalah segalanya.

“Hampir semua provider saat ini menyediakan akses internet yang juga mengklaim memiliki kecepatan dan akses yang luas. Karena itu, kedua hal ini sebentar lagi bukanlah keunggulan, tapi kewajiban yang harus dipenuhi. Sehingga, yang bisa men-deliver akan bertahan dan yang tidak akan ditinggal pelanggan. Sebenarnya, selain paket modem plus berlangganan, value package multifungsi seperti yang diluncurkan Indosat lewat IM3 Groov3 yang akan lebih cepat menumbuhkan jumlah pengguna internet,” papar Godo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s